Skor 7:1 Lamaholot FC bertekuk lutut dihadapan Manggarai FC
By: Bro Sandry
Lapangan Sepak Bola Wairpelit menampilkan wajah riuhnya pada Minggu sore, 22 Februari 2026. Ribuan pasang mata penonton mulai dari mahasiswa/i IFTK
Ledalero dan masyarakat pencinta sepak bola datang dari tempat jauh tertumpah menyaksikan duel
bergengsi antara Lamaholot FC dan Manggarai FC. Laga ini diinisiasi oleh
paguyuban mahasiswa asal Flores Timur, Lembata, Solor, dan Adonara yang
berpayung dalam identitas budaya Lamaholot. Atmosfernya bukan sekadar
pertandingan; ia adalah perjumpaan harga diri dan solidaritas kedaerahan.
Babak Pertama: Dominasi Total Laskar Nuca Lale
Sejak menit awal, pertandingan berlangsung dalam tensi
tinggi. Jual beli serangan mewarnai 15 menit pertama, menghadirkan optimisme di
kubu Lamaholot FC. Namun momentum itu runtuh pada menit ke-18. Sebuah kesalahan
passing dari bek kiri Lamaholot dimanfaatkan dengan klinis oleh sayap kanan
andalan Manggarai FC, Kraeng Fian Sangguk. Gol pembuka itu menjadi titik balik.
Tujuh menit berselang (menit ke-25), Manggarai FC
menggandakan keunggulan. Tekanan belum mereda ketika pelanggaran yang dilakukan
bek tangguh Lamaholot, John Sogen, di area kotak penalti berujung hadiah
tendangan penalti. Eksekusi tenang dari Waldus Nuka menambah derita Lamaholot.
Skor berubah cepat, dan psikologis pertandingan sepenuhnya berpihak pada Laskar
Nuca Lale.
Alih-alih terintimidasi oleh ribuan suporter Lamaholot yang bersorak lengking termasuk mahasiswa asrama PKK Ledalero dan yang datang dari berbagai penjuru. Buat Manggarai
FC itu seperti nggiangan lebah yang membakar energi berapi-api dan justru tampil semakin agresif. Menit ke-33 kembali lahir gol tambahan, disusul gol indah Gege
Darmawan pada menit ke-39. Babak pertama ditutup dengan skor telak 5–0.
Di sisi lapangan, Lodri Hurint. dkk, pelatih , oficil Lamaholot
yang biasanya ekspresifkali ini hanya bisa menggerutkan dahi, tertunduk lesu
menyaksikan timnya dibungkam hujan gol.
Babak Kedua: Perlawanan Terlambat dan Gol Spektakuler
Memasuki babak kedua, Lamaholot FC mencoba bangkit. Rotasi pemain dilakukan. Moat Stefen memperkuat lini belakang, Advent Lajar menghadirkan kreativitas di lini tengah, dan pola serangan mulai lebih terstruktur. Sorakan suporter kembali menggema, membangun harapan akan kebangkitan. Namun harapan itu kembali terhenti oleh momen magis Waldus Nuka. Dari titik tengah lapangan, ia melepaskan tendangan berakurasi tinggi yang meluncur deras dan bersarang di gawang Lamaholot. Gol tersebut bukan hanya memperlebar jarak, tetapi juga membungkam seisi lapangan, sebuah gol yang memaksa siapa pun mengakuinya sebagai karya kelas tinggi.
Meski tertinggal jauh, Lamaholot tak sepenuhnya
menyerah. Pertahanan yang dinahkodai Berto Sogen tampil lebih sigap. Tekanan
yang dibangun akhirnya membuahkan hasil lewat gol Tedy Boruk penyerang lincah
yang sepanjang laga merepotkan lini belakang lawan. Gol itu menjadi
satu-satunya hiburan bagi publik Lamaholot.
Di sisi lain, Manggarai FC tetap bermain disiplin dan
terorganisir. Target ambisius 10–0 yang sempat diproklamasikan “Bro Sandry”
memang tak tercapai, tetapi satu gol tambahan lahir berkat asis cantik kapten
Satrio Bombang. Rangkaian operan rapi dari lini belakang yang dikawal Cucurela
Lada, Hepy Perseverando, Yohan Rudin, hingga Aping Suwardi menutup pesta gol
sore itu.
Akhir Laga dan Siapa yang akan dibabat di Edisi
berikutnya?
Peluit panjang wasit utama Tian Pesa menandai
berakhirnya pertandingan. Skor akhir 7–1 menjadi catatan pahit bagi Lamaholot
FC sekaligus deklarasi kekuatan bagi Manggarai FC di panggung kompetisi
internal Ledalero.
“Siapa lagi yang akan kita babat di edisi berikutnya?”
tegas Eyo Galus, Ketua Fratres SVD Nuca Lale Ledalero, dengan nada penuh
percaya diri Mungkin, Paguyuban Barina (Bajawa, Riung, Nagekeo), atau Laskar
Anak Tanah Sikka di bawah komando Moat Ricy Oke dan Andito Wangga, atau juga Laskar
Ende yang dipimpin Nyong Anjelo Atep dan Henok Mukusaki, atau mungkin juga anak
Timor dibawah komando bro Ori Silla dan Hasler Sakan. Entahlah, bagi Manggarai siap
tampung, tegasnya!
Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti: Minggu
sore di Wairpelit telah menjadi saksi supremasi Manggarai FC sebuah laga yang
tak sekadar soal skor, tetapi tentang mentalitas, determinasi, dan Harga diri. Sebelum
semuanya benar-usai, sore itu semua baik anak kecil maupun orang tua mendapat
suguhan Wellcoming hangat dari teman-teman Lamaholot yakni Kolak Lezat
pelengket persaudaran.
Komentar
Posting Komentar